Cerita dimulai dengan cerita seorang nenek tua
''Ketika kekuatan yang kuat tersentuh oleh jiwa yang fana, mereka menjadi Goblin…
Sebilah pedang yang berlumur darah dari pertempuran yang tak terhitung jumlahnya…
yang dipengaruhi oleh kekuatan percikan darah pemiliknya. Hanya sang pengantin wanita yang bisa menarik pedang itu.
Setelah pedang ditarik, semua akan berubah menjadi abu, dan kedamaian akan terwujud…''
ketika goblin dibawa maka goblin akan masuk kedunia, dan bisa ditemukan dimanapun.

dengan nada tidak percaya wanita itu berkata Goblin saat ini bisa ada di mana saja dan sedang mencari pengantin wanitanya untuk mengakhiri kehidupan tanpa akhirnya itu. ia menilai cerita itu romantis namun tragis. Mencari pengantin wanita hanya untuk dibunuh…
Wanita itu menatap dalam - dalam pada cincin berwarna hijau di antara barang dagangan itu.
Namun nenek itu bilang, kehidupan memang selalu seperti itu, egois, iri dan hanya mementingkan diri sendiri.
Wanita itu berkata '' sifat itu mirip dengan seseorang yang ia kenal '', Setelah itu ia pun pamit pergi. Namun nenek itu tiba-tiba memegang tangannya dan berpesan, “Saat kau berada diantara kehidupan dan kematian, buatlah permohonan dengan sungguh-sungguh. Sang pencipta yang berhati lembut mungkin akan mewujudkan permohonanmu…”.

didepan sebuah rumah Kim Shin (Gong yoo) melarang seorang anak lari dari rumahnya, karena dia takkan melihat ibunya lagi. Anak itu bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kim Shin padanya. Kim Shin lalu menaruh pot bunga di depan pintu rumah tempat anak itu kabur. Anak itu heran dengan Kim Shin yang tahu akan dirinya.
seorang pria muncul dan berlari mengejar anak itu, namun dia terjatuh karena pot bunga yang ditaruh oleh Kim Shin. Kim Shin sengaja melakukannya untuk anak itu. Kim shin lalu memberikan bekal makan siang kepada anak itu, sambil menyuruhnya untuk ke sekolah. Kim Shin bahkan tahu jawaban soal matematika yang akan dihadapi oleh anak itu. Anak itu ingin tahu siapa Kim Shin sebenarnya. Lalu Kim Shin pun pergi.
Dia adalah air, api dan angin… Cahaya dan kegelapan... Dulu dia adalah seorang manusia, Orang-orang memanggilnya ....

Muncullah masa peperangan diantara banyak prajurit di era Goryeo. Medan pertempuran itu menyebabkan banyak prajurit tewas. Kim Shin pun mencabut panah di tubuhnya, dan melawan musuh. Pertempuran prajurit pimpinan Kim Shin melawan musuhnya terjadi dengan sangat hebat.hingga pedangnya dibasahi oleh darah. Kim Shin lalu melihat jenderal dari musuhnya. Kim Shin dengan beringas memburu jenderal pasukan musuh itu. Jenderal itu pun berlari dengan kencang, dan jenderal itupun meninggal ditebas oleh Kim Shin. Setelah membunuh jenderal musuh,Kim Shin dan pasukannya memperoleh kemenangan.
dalam perjalanan kembali ke istana Kim Shin di sambut rakyat yang memuji kehebatan Kim Shin di medan pertempuran bersama para pasukannya. Kim Shin berada di depan gerbang istana,mereka di hentikan oleh prajurit istana. mereka dituduh berkhianat. Ajunan kim shin tak terima dengan tuduhan itu, Ajudan Kim Shin menjadi sangat geram karena mereka sudah bertarung tiga malam melawan musuh demi nama Yang Mulia, namun dituduh pengkhianat. bahkan prajurit Kim shin di hujani dengan panah hingga tewas.
Ajudannya meminta prajurit kerajaan membuka gerbang istana. Prajurit itu menyuruh Kim Shin melepas baju zirahnya dan menerima perintah kerajaan. kim shin meminta prajuritnya melepaskan baju besi mereka,lalu prajurit istana menyuruhnya mengigit pedangnya, serta berlutut. Kim Shin geram lalu ia mengeluarkan pedangnya, dan ingin bertemu dengan Yang Mulia

pintu gerbang akhirnya dibuka, Kim Shin pun masuk. Di sana, seluruh pasukan sudah berjaga dan ratu terlihat berdiri di tengah-tengah pelataran, seorang diri. Memakai baju putih. ratu memandang Kim shin dengan sedih

Raja yang masih sangat muda itu menatapnya dengan marah dan takut. Kasim di sisi raja terus menghasut raja Kasim itu sengaja membuat cerita bahwa Kim Shin memiliki kekuatan yang lebih besar dari raja dan menjadi ancaman untuk keluarga kerajaan.
Kasim berkata ke raja ”Dikatakan bahwa Anda Yang Mulai dikendalikan oleh Tuhan. Sepertinya, ketuhanan itu mengarah ke Kim Shin. Berita kemenangannya menghasut rakyat Anda, dan kekuasaannya akan mengancam keluarga kerajaan. Anda harus menindak tegas lelaki ini”.
Kim Shin lalu memandangi raja, dan tahu raja sepertinya terpengaruh oleh hasutan kasim danmerasakan hidupnya terancam karena Kim Shin. Namun Kim Shin tidak menyadari kecemburuan dan ketakutan raja itu.
Kim Shin berjalan menuju raja, raja memerintahkan Kim Shin untuk berhenti, Jika Kim Shin berani melangkah satu langkah lagi, maka ia akan membunuh semua orang di depan Kim Shin.

Namun saat itu, Ratu malah menyuruh Kim Shin mengabaikan perintah raja. Ia memerintahkan Kim Shin mendekati Raja dan melawan Raja karena ia baik-baik saja. Kim Shin tak mau melangkahkan kakinya kehadapan raja. Namun ratu tetap menyuruhnya dan jika dia harus mati, sang ratu akan tetap menerima takdirnya itu. Sang ratu memberikan titah kepada Kim Shin untuk tetap melangkahkan kakinya kehadapan raja. Akhirnya, tanpa takut Kim Shin melangkahkan kakinya kehadapan raja sesuai titah dari sang ratu.

Kim Shin pun menuruti perintah Ratu.namun raja semakin marah ia menyuruh semua prajurit kerajaan membunuh keluarga Kim Shin. sang ratu pun dipanah dan dia turut tewas. kim shin shock. ia terkejut dan marah, kim shin berjalan mendekati raja lalu keluarga Kim Shin yang lain pun dibunuh hingga tewas. Kim Shin tetap melangkahkan kakinya. Demi menghentikan pertumpahan darah, Kim Shin meminta Kaisar berhenti, kasim memerintahkan prajurit membuat Kim Shin berlutut prajurit pun menebas tubuh Kim Shin bagian belakang.

Ajudan Kim Shin datang dan terkaget melihat ratu yang sudah meninggal, ajudan Kim Shin berkata ”Yang Mulia, tidakkah kalian takut dengan Sang Pencipta?”.Kasim memerintahkan memenggal kepala Kim Shin.

Kim Shin melawan prajurit itu. “Itu bukan tugasmu…”, katanya. Lalu ia pun meminta tangan kanannya itu membunuhnya dengan pedangnya sendiri.
Tangan kanan Kim Shin itu terpaksa menuruti permintaan Kim Shin namun ia berjanji akan bunuh diri . Setelah membunuh Kim Shin.
Ajudan Kim Shin melayangkan pedangnya dan menikam Kim Shin, Kim Shin sekarat. lalu prajurit istana juga membunuh ajudan Kim Shin. Kim Shin pun melihat kematian ajudan setianya. Kasim istana yang menghasut raja menjelaskan tubuh para pengkhianat tidak boleh dikebumikan, dan membiarkan para binatang memakan tubuh mereka. Kasim itu menegaskan itulah perintah dari raja.
Plakkkk ! pengen nonjok muka kasim yang ga tau diri (pliss deh kenapa bukan dia aja yang di buang ke hutan).... tuan kasim belum tau yang namanya karma.
Kim Shin lalu melihat ratu menangis sebelum wafat, ia melihat tangan ratu yang tersematkan cincin giok. (cincin giok nenek tua diawal kisah ini)


Tubuh kim Shin di buang di hutan tanpa dikuburkan, diletakkan begitu saja ditengah padang rumput yang dipenuhi bunga Soba.
Mereka menangis mendoakan Kim Shin.( gue juga nangis...aigoooo)
terdengar suara Kim Shin berkata, “Jangan berdoa pada siapa pun, karena tidak ada yang mendengarkannya Ketika matahari mengeluarkan sinarnya, dia terbunuh oleh pedangnya yang mulia”.…”.
Flash Back End.

Seoul tahun 1998